Sunday, January 15, 2017
Dasar Sistem Kontrol
Pembahasan :
Seperti yang kita ketahui Lampu Lalu Lintas adalah aplikasi dari sistem kontrol kendali terbuka (open loop). Dalam penelitian nya ini beliau memakai mikrokontroler ATmega16 sebagai pusat pengendali penyalaan lampu secara manual maupun secara otomatis (sistem waktu tetap) dan juga berfungsi sebagai monitoring perubahan beban arus pada lampu, serta sensor arus sebagai pendeteksi kerusakan pada nyala lampu lintas. Sistem ini juga mampu berkomunikasi dengan pusat kontrol lalu lintas yaitu Traffic Management Control (TMC) melalui jaringan yang digunakan untuk proses monitoring dan pengendalian lapu lalu lintas yang ada di beberapa persimpangan.
Tuesday, November 15, 2016
Pembahasan Uang
NPM Genap
Soal !!!
2.
Seorang menabung uang ke Bank sebesar
Rp. 830,000 tiap tahun selama 4 tahun ke depan. Pihak Bank akan memberikan
imbalan sebesar 6% tiap tahun. Berapakah jumlah uang tersebut pada akhir tahun
ke-4?
4. Seseorang ingin membeli sebuah mesin 5 tahun yang akan datang, yang
diperkirakan akan berharga $ 8,000.- dia harus menabung mulai sekarang pada
sebuah Bank. Berapakah besar tabungannya tiap tahun apabila bunga tabungan 10%
per-annum?
Jawab !!!
2. F = A (F/A, i%,n)
F
= Rp. 830.000,00 (F/A, 6%, 4)
F
= Rp. 830.000,00 (4,37)
F
= 3.627.100,00
4. P = F (P/F, i%,n)
P
= $8000 (P/F, 10%, 5)
P
= $8000 (0,62)
P
= $4960
Friday, October 7, 2016
Pengaruh Cash Flow Pada Kinerja Keuangan Dan Implikasinya Pada Nilai Perusahaan Manufaktur
Pembahasan :
Jumlah Perusahaan yang terdaftar di BEI dalam periode 2011-2012
adalah sebanyak 146 Perusahaan. Namun dari jumlah perusahaan tadi ada beberapa
perusahaan yang memiliki masalah. Ada yang tidak tidak listing di BEI , tidak
mempublikasikan keuangan dan annual report , atau pun perusahaan yang melakukan
merger atau akuisisi selama periode penelitian dan masih banyak lagi yang
lainnya.
Cash Flow memiliki beberapa pengaruh terhadap keuangan perusahaan
dan implikasinya pada nilai perusahaan manufaktur. Diantaranya adalah :
1. Hipotesis pertama menyatakan bahwa cash flow memiliki pengaruh
terhadap kinerja
keuangan. Hasil analisa bisa dilihat pada data dalam PDF.
2. Hipotesis kedua menyatakan bahwa cash flow memiliki pengaruh
terhadap nilai
perusahaan. Hasil analisa bisa dilihat pada data dalam PDF.
3. Hipotesis ketiga menyatakan bahwa kinerja keuangan memiliki
pengaruh terhadap
nilai perusahaan.
4. Hipotesis keempat menyatakan bahwa kinerja keuangan
memilikihubungan dalam
memediasi pengaruh antara cash flow terhadap nilai perusahaan.
Hasil Pembahasan :
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka
dapat
disimpulkan bahwa cash flow berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap kinerja keuangan,
cash flow memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
nilai perusahaan, kinerja
keuangan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
nilai perusahaan, serta
pengaruh cash flow terhadap nilai perusahaan tidak dimediasi oleh
kinerja keuangan.
Sumber :
1. http://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/viewFile/8649/6441
Wednesday, July 6, 2016
Mengaplikasikan sikap Beriman, Berbudi pekerti luhur, Rasional, Profesional, dan Aktif dalam kegiatan positif
a.
Beriman
Selalu
memiliki jiwa yang cinta akan Tuhan Yang Maha Esa, selalu menyerahkan setiap
masalah yang ada kedalam hadirat sang Pencipta, karena apabila kita beriman dan
memiliki hubungan yang baik dengan sang Pencipta, maka kita juga akan memiliki
hubungan yang baik dengan sesama kita dengan baik dan pasti kita akan memiliki
rasa bertanggung jawab, dan memiliki rasa bela Negara yang besar karena adanya
kesauan dengan sesama kita. Sebagai contoh sesama umat beraga kita menciptakan
suasana kekeluargaan yang bgtu erat contoh saja ketika kita sedang beribadah
setidaknya kita harus bisa menemptkan diri kita dan menghargai sesama kita yang
sedang beribadah, saling menjaga dan saling menghormati sebagai contoh di
daerah Manado banyak umat Bergama yang saling membantu sehingga seluruh
masyarakat disana hidup damai dan tentram.
b.
Berbudi Pekerti Luhur
Dalam
kehidupan bersosialisasi kita pasti memiliki lawwan umtuk selalu bertegur sapa
dengan yang lain, saling tolong menolong, saling membantu dan saling memberikan
salam. Contohnya pada saat kita sedang di jalan dan melihat seorang nenek yang
sedang kesusahan untuk menyebrang, disitulah kita sedang di uji untuk saling
membantu, apakaha kita mau atau tidak dan dalam membantu juga tidak hanya lihat
orangnya saja. Tapi hal membantu juga jangan disalah artikan dalam ujian untuk
membantu teman kita yang tidak bisa mengerjakan ujian.
c.
Rasional,
Dinamis & Sadar
Kenapa
kita harus memiliki sikap yang yang Rasional?? Karena Rasional sendiri
berbicara tentang kepercayaan seseorang akan sesuatu yang belum dilihat
kebenarannya. Contoh disaat kita sedang duduk atau ngobrol dengan teman kita,
seketika ada seseorang yang mengatakan bahwa sesuatu sedang terjadi dengan keluarga
kita, tapi kita tdak akan pernah percaya sebelum kita sendiri melihatnya. Kita
juga harus menjadi orang yang dinamis dan sadar akan sekitar kita karena masih
banyak orang yang membutuhkan kita, tetapi kita tidk pernah melihat sekitar
kita, seperti hanya mementingkan kepentingan pribadi dan hanya sibuk dengan
persoalan kehidupan diri sendiri.
d.
Profesional
Ketika
kita sudah beriman, sudah memiliki budi pekerti luhur, rasional, dinamis dan
sadar, maka kita di tuntut untuk memiliki sikap profesional yang sangat tinggi
karena kehidupan saat ini sangat begitu mencekam dan sangat keras, maka dari
itu kita diminta untuk professional dan bersaing dengan setiap orang yang ingin
juga menjatuhkan kita dan ingin mengembangkan diri sendiri. Contoh dalam pekerjaan
kita harus bersaing secara professional dan secara dewasa, ketika kita
professional dalam pekerjaan maka kita akan disegani oleh teman-teman sekerja
kita.
e.
Aktif
Memanfaatkan Ilmu Pengetahuan
Dalam
hal pekerjaan ketika kita sudah memiliki sikap professional, maka kita akan
mendapatkan banyak ilmu pengetaahuan yang bisa kita gunakan dalam kehidupan
dunia luar yang begitu sangat mengerikan dan kita juga dituntut untuk dapat
aktif mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang sudah kita dapat dalam
dunia pekerjaan.
Mempertahankan Semangat Perjuangan Ditengah Pengaruh Era Globalisasi
Dalam
era globalisasi ini, tidak sedikit dari kita yang sudah melupakan bagaimana para
pejuangan kita begitu semangat dalam mempersatukan bangsa ini. Namun pada era
sekarang ini nampaknya hal itu makin hilang dalam jatidiri masyarakat bangsa
ini. Untuk mempertahankan semangat perjuangan, kita harus memiliki kriteria
sebagai berikut :
A.
Bangsa Indonesia Sebagai Bangsa Pejuang dan Anti Penjajah.
Sebagaimana
tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, telah menjadi pelajaran dan
melegitimasi citra Bangsa Indonesia, dimata dunia, bahwa Bangsa Indonesia akan
tetap dikenal sebagai bangsa yang anti penjajah dan rela berkorban bagi
kejayaan bangsanya. Semangat ini dipupuk terus dengan penerusan implementasi
nilai-nilai, melalui wahana pendidikan di berbagai strata bagi generasi penerus
bangsa.Tidak boleh bosan-bosan menanamkan sikap anti penjajah ini bagi generasi
muda, karena di pundak merekalah masa depan bangsa ini akan kita wariskan.
B. Bangsa
Indonesia Cinta damai dan Lebih Cinta Kemerdekaan.
Dengan
politik luar negeri yang bebas dan aktif, senantiasa terus menggalang persatuan
dunia menuju pada tata kehidupan dunia yang lebih damai dan sejahtera. Itulah
jati diri Bangsa Indonesia sebagai lambang Nasionalisme dan sekaligus
Internasionalisme sebagai bangsa yang aktif dan turut serta untuk menciptakan
perdamaian dunia yang abadi.
Di
dalam situasi seperti sekarang ini dimana dunia sedang “terancam perang” di
berbagai belahan benua, maka di pandang perlu Indonesia tampil dan memelopori
usaha-usaha perdamaian melalui berbagai forum Internasional bersama-sama bangsa
lain yang sejalan.
C.
Sebagai Bangsa Indonesia yang Berbudaya Luhur ramah dan bersahabat.
Keluhuran
budaya Indonesia terletak pada karakter dan citra bangsa yang ramah dan
bersahabat. Karena kita anti penjajah dan cinta perdamaian, maka memupuk
pesahabatan antar bangsa menjadi motivasi dan langkah-langkah kongkrit untuk
merealisasikan cita-cita perdamaian. Budaya demikian itu terus di pupuk, di
kembangkan dan dipromosikan ke semua bangsa di dunia ini, agar keberadaan
Indonesia dan perannya dapat mengangkat derajat dan martabat bangsa Indonesia.
Budaya
Nasional yang merupakan akumulasi dari puncak-puncak budaya daerah, hendaknya
terus dapat dipelihara dan dijaga kelestariannya. Hanya bangsa yang bisa
mempertahankan jati diri dan budaya Nasionalnya yang akan bisa menjadi bangsa
yang besar.
D.
Kesetaraan dan Kemandirian Perlu Dipupuk Terus Untuk Mengejar Ketinggalan.
Martabat
Bangsa Indonesia adalah ingin setara/sejajar dengan bangsa-bangsa lain, oleh
karena itu upaya untuk mengejar kemajuan dan kemandirian adalah suatu tekad dan
semangat yang tidak boleh terputus sekalipun menghadapi berbagai kendala.
Persaingan antar bangsa akan semakin terlihat pada persaingan kualitas sumber
daya manusianya dan bukan saja pada sumber daya alamnya.
Sumber
:
Memahami Fungsi dan Tujuan Pancasila
1. Pancasila
merupakan pandangan hidup dan jiwa banggsa, kepribadian bangsa, tujuan dan cita-cita
hukum bangsa dan Negara, serta cita-cita
moral bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai kedudukan yang
pasti dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Indonesia.
Makna
dari kalimat diatas adalah menjelaskan tentang fungsi dari Pancasila. Dibawah
ini merupakan detail dari kalimat diatas :
A.
Pandangan
Hidup Bangsa Indonesia.
Bagi bangsa Indonesia, sikap hdup yang
diyakini kebenarannya tersebut bernama Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung
di dalam sila-sila Pancasila tersebut berasal dari budaya masyarakat bangsa
Indonesia sendiri. Oleh karena itu, Pancasila sebagai inti dari nilai-nilai
budaya Indonesia maka Pancasila dapat disebut sebagai cita-cita moral bangsa
Indonesia. Cita-cita moral inilah yang kemudian memberikan pedoman, pegangan
atau kekuatan rohaniah kepada bangsa Indonesia di dalam hidup bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
B.
Pancasila
Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia.
Menurut Von Savigny bahwa setiap bangsa punya
jiwanya masing-masing yang disebut Volkgeist, artinya Jiwa Rakyat atau Jiwa
Bangsa. Pancasila sebagai jiwa Bangsa Indonesia lahir bersamaan dengan adanya
Bangsa Indonesia sendiri yaitu sejak jaman dahulu kala. Menurut Prof. Mr. A.G.
Pringgodigdo bahwa Pancasila itu sendiri telah ada sejak adanya Bangsa Indonesia.
karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak
dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang dapat
membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. Terdapat kemungkinan bahwa
tiap-tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal, yang juga
dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini, akan tetapi kelima sila yang
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri khas
bangsa Indonesia.
C.
Pancasila
sebagai kepribadian bangsa Indonesia, artinya :
Pancasila lahir bersama dengan lahirnya
bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam sikap mental
maupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakan dengan bangsa
lain. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dapat dijadikan dasar
dalam motivasi dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan hidup bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara, untuk mencapai tujuan nasional, yaitu memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan berbangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Pancasila sebagai pedoman dan pegangan dalam pembangunan bangsa dan Negara agar
dapat berdiri dengan kokoh. Selain itu, pancasila sabagai identitas diri bangsa
akan terus melekat pada di jiwa bangsa Indonesia. Pancasila bukan hanya di gali
dari masa lampau atau di jadikan kepribadian bangsa waktu itu, tetatapi juga
diidealkan sebagai kepribadian bangsa sepanjang masa.
D.
Perjanjian
Luhur artinya Pancasila telah disepakati secara nasional sebagai dasar
negara tanggal 18 Agustus 1945 melalui sidang PPKI (Panitia Persiapan
kemerdekaan Indonesia).
E.
Sumber
dari segala sumber tertib hukum artinya;
Bahwa
segala peraturan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia harus
bersumberkan Pancasila atau tidak bertentangan dengan Pancasila. Pancasila
tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu Pembukaan UUD 1945, kemudian
dijelmakan atau dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran, yang
meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945, yang pada akhirnya dikongkritisasikan
atau dijabarkan dari UUD1945, serta hukum positif lainnya.
F.
Cita-
cita dan tujuan yang akan dicapai bangsa Indonesia, yaitu masyarakat adil dan
makmur yang merata materiil dan spiritual yang berdasarkan Pancasila. Dalamhal
ini hendak diwujudkan oleh bangsa Indonesia adalah masyarakat yang adil dan
makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dalam wadah
NKRI yang merdeka, bersatu,berdaulatan rakyat dalam suasana peri-kehidupan
bangsa yang aman, tenteram,tertib dan dinamis, serta dalam lingkungan pergaulan
dunia yang merdeka,bersahabat dan tentram. “Kemudian daripada itu untuk
membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa …” pada kutipan alenia dapat disimpulkan
bahwa tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia adalah.
ü Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara
Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia. Melindungi segenap bangsa artinya adalah pemerintah berupaya
untuk melindungi seluruh bangsanya, dari segi internal maupun eksternal.
ü Tujuan nasional bangsa yang kedua adalah
memajukan kesejateraan umum/bersama. Negara Indonesia menginginkan situasi dan
kondisi rakyat yang bahagia, makmur, adil, dan sentosa.
ü Tujuan Indonesia menurut UUD 1945 yang ketiga
adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebuah bangsa akan maju bila
didukung oleh rakyatnya yang memiliki pengetahuan luas, pintar, dan intelek.
ü Tujuan nasional Indonesia yang terakhir
adalah ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia
yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial.
G.
Pancasila
sebagai falsafah hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia.
Pancasila merupakan sarana yang ampuh untuk mempersatukan Bangsa
Indonesia. karena Pancasila adalah palsafah hidup dan kepribadian Bangsa
Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh Bangsa
Indonesia diyakini paling benar, adil, bijaksana dan tepat untuk mempersatukan
seluruh rakyat Indonesia.
H.
Pancasila
sebagai ideologi Bangsa Indonesia.
Ideologi dapat diartikan sebagai Ilmu tentang ide atau gagasan yang
bersifat mendasar. Ideologi ialah seperangkat nilai yang diyakini
kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan untuk menata masyarakatnya.
Pancasila sebagai ideologi nasional merupakan kumpulan nilai yang diyakini
kebenarannya oleh Bangsa Indonesia dan digunakan untuk menata
masyarakat. Sebagai ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila sebagai
ikatan budaya( cultural bond) yang berkembangan secara alami dalam kehidupan
masyarakat Indo nesia bukan secara paksaan atau Pancasila adalah sesuatu yang
sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Sebuah
ideologi dapat bertahan atau pudar dalam menghadapi perubahan masyarakat
tergantung daya tahan dari ideologi itu. Fungsi Pancasila sebagai Ideologi
Negara, yaitu :
ü Memperkokoh persatuan bangsa karena bangsa
Indonesia adalah bangsa yang majemuk.
ü Mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya
dan menggerakkan serta membimbing bangsa Indonesia dalam melaksanakan
pembangunan.
ü Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa
dan sebagai dorongan dalam pembentukan karakter bangsa berdasarkan Pancasila.
ü Menjadi standar nilai dalam melakukan kritik
mengenai kedaaan bangsa dan Negara.
Sumber :
Makna dari Pendidikan Kewarganegaraan
1. Melalui
pendidikan Kewarganegaraan , warga negara Republik indonesia diharapkan mampu
“memahami”, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah yang di hadapi oleh
masyarakat , bangsa dan negaranya secra konsisten dan berkesinambungan dalam
cita-cita dan tujuan nasional seperti yang di gariskan dalam pembukaan UUD
1945.
Makna
dari kalimat di atas adalah bahwa kita harus memiliki wawasan dan kesadaran
bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan
bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon
penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan
teknologi serta seni.Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas
manusia indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh,
profesional, bertanggung jawab, dan
produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Pendidikan
kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh
rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang:
ü Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.
ü Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam
masnyarakat berbangsa dan bernegara.
ü Rasional, dinamis, dan sabar akan hak dan
kewajiban warga negara.
ü Bersifat profesional yang dijiwai oleh
kesadaran bela negara.
ü Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
Sumber :
Subscribe to:
Posts (Atom)