Showing posts with label Dasar Telekomunikasi. Show all posts
Showing posts with label Dasar Telekomunikasi. Show all posts

Saturday, January 30, 2016

Kode ASCII

Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kodehuruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 7 bit. Namun, ASCII disimpan sebagai sandi 8 bit dengan menambakan satu angka 0 sebagai bit significant paling tinggi. Bit tambahan ini sering digunakan untuk uji prioritas. Karakter control pada ASCII dibedakan menjadi 5 kelompok sesuai dengan penggunaan yaitu berturut-turut meliputi logical communication, Device control, Information separator, Code extention, dan physical communication. Code ASCII ini banyak dijumpai pada papan ketik (keyboard) computer atau instrument-instrument digital.
Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks; sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik. Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:
·         Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space)
·         Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:”{})
·         Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik.
Dalam pengkodean kode ASCII memanfaatkan 8 bit. Pada saat ini kode ASCII telah tergantikan oleh kode UNICODE (Universal Code). UNICODE dalam pengkodeannya memanfaatkan 16 bit sehingga memungkinkan untuk menyimpan kode-kode lainnya seperti kode bahasa Jepang, Cina, Thailand dan sebagainya.
Pada papan keyboard, aktifkan numlock, tekan tombol ALT secara bersamaan dengan kode karakter maka akan dihasilkan karakter tertentu. Misalnya: ALT + 44 maka akan muncul karakter koma (,). Mengetahui kode-kode ASCII sangat bermanfaat misalnya untuk membuat karakter-karakter tertentu yang tidak ada di keyboard.



Saturday, January 2, 2016

Jaringan Dan Mode Nirkabel

Jaringan nirkabel (yaitu berbagai jenis tanpa izin 2,4 GHz perangkat WiFi) digunakan untuk memenuhi kebutuhan banyak. Mungkin penggunaan paling umum adalah untuk menghubungkan pengguna laptop yang melakukan perjalanan dari lokasi ke lokasi. Penggunaan lain yang umum adalah untuk jaringan mobile yang terhubung melalui satelit. Sebuah metode transmisi nirkabel adalah pilihan yang logis untuk jaringan segmen LAN yang sering harus mengubah lokasi. Situasi berikut membenarkan penggunaan teknologi nirkabel:
  • Untuk rentang jarak di luar kemampuan kabel yang khas,
  • Untuk menyediakan link komunikasi cadangan jika terjadi kegagalan jaringan normal,
  • Untuk menghubungkan workstation portabel atau sementara,
  • Untuk mengatasi situasi di mana kabel normal adalah sulit atau finansial tidak praktis, atau
  • Untuk jarak jauh menghubungkan pengguna ponsel atau jaringan.

Mode
Komunikasi nirkabel dapat melalui :
  • Radio frekuensi komunikasi
  • Microwave komunikasi, misalnya jarak line-of-sight melalui antena sangat terarah, atau jarak pendek komunikasi,
  • inframerah (IR) komunikasi jarak pendek, misalnya dari komsumen IR perangkat seperti remote kontrol atau melalui Inframerah Data Asosiasi (IrDA)
Aplikasi mungkin melibatkan point-to-point komunikasi , point-to-multipoint komunikasi , penyiaran , jaringan selular dan jaringan nirkabel.




Wireless atau Nirkabel

Telekomunikasi nirkabel adalah transfer informasi antara dua atau lebih titik yang tidak terhubung oleh [penghantar listrik]. Jarak bisa pendek, seperti beberapa meter untuk remote control televisi, atau sejauh ribuan atau bahkan jutaan kilometer untuk ruang-dalam komunikasi radio. Ini meliputi berbagai jenis tetap, mobile, dan portabel radio dua arah, telepon seluler, personal digital assistant (PDA), dan jaringan nirkabel. Contoh lain dari teknologi nirkabel termasuk GPS unit, pembuka pintu garasi atau pintu garasi, wireless mouse komputer, keyboard dan headset (audio), headphone, penerima radio, televisi satelit, siaran televisi tanpa kabel dan telepon.
Mekanisme telekomunikasi nirkabel memungkinkan komunikasi jarak jauh dengan lokasi yang tidak mungkin atau relatif sulit untuk dihubungkan dengan kabel, misalnya dalam bentuk pemancar/penerima radiopengendali jarak jauhjaringan komputer nirkabel. Umumnya telekomunikasi nirkabel menggunakan sarana gelombang elektromagnetik(misalnya lasercahayafrekuensi radio (RF) atau gelombang suara untuk mentransfer informasi tanpa menggunakan kabel.



Jaringan Telekomunikasi

Jaringan telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan dalam melakukan aktivitas telekomunikasi. Jaringan telekomunikasi merupakan bagian dari kegiatan penyelenggaraan telekomunikasi yang telah diatur oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam Undang-Undang Telekomunikasi nomor 36 tahun 1999.
Jaringan telekomunikasi terdiri atas dari tiga bagian utama. Bagian-bagian tersebut diantaranya adalah:
  1. Perangkat transmisi
  2. Perangkat penyambung
  3. Terminal
Perangkat transmisi bertugas menyampaikan informasi dari satu tempaat ketempat yang lain, baik dekat maupun jauh.Media transmisinya dapat berupa kabelserat optikmaupun udara, tergantung jarak dari tempat-tempat yang dihubungkan serta tergantung pada beberapa banyak tempat yang saling dihubungkan.Perangkat penyambungan bertugas agar pemakai dapat menghubungi pemakai lain sesuai yang diinginkannya.Perangkat penyambungan disebut masih menggunakan sistem manual bila diperlukan seorang operator yang bertugas menyambungkan pemakai dengan pemakai lain yang diinginkannya.Terminal adalah peralatan yang bertugas mengubah sinyal informasi asli (suara manusia atau lainnya) menjadi sinyal elektrik atau elektromagnetik atau cahaya




Friday, December 11, 2015

Ciri-Ciri Gelombang Elektromagnetik

Disimpulkan beberapa ciri gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut:
1.      Perubahan medan listrik dan medan magnetik terjadi pada saat yang bersamaan, sehingga kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama dan pada tempat yang sama.
2.      Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambat gelombang.
3.      Dari ciri no 2 diperoleh bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
4.      Seperti halnya gelombang pada umumnya, gelombang elektromagnetik mengalami peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, dan difraksi. Juga mengalami peristiwa polarisasi karena termasuk gelombang transversal.
5.      Cepat rambat gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada sifat-sifat listrik dan magnetik medium yang ditempuhnya.

Gelombang Elektromagnetik

Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat  walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta pada level yang berbedabeda. Semakin tinggi level energi dalam suatu sumber energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan untuk mengelompokkan energi elektromagnetik.


Gelombang Tranversal

Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannyaCahaya adalah contoh dari gelombang transversal.

Istilah-istilah
  • Simpangan, yaitu jarak suatu titik pada gelombang terhadap posisi setimbang
  • Puncak gelombang, yaitu titik tertinggi pada gelombang
  • Dasar gelombang, yaitu titik terendah pada gelombang
  • Bukit gelombang, yaitu lengkungan yang berada di atas posisi setimbang
  • Lembah gelombang, yaitu lengkungan yang berada di bawah posisi setimbang
  • Amplitudo, yaitu jarak puncak atau dasar gelombang terhadap posisi setimbang
  • Panjang gelombang, yaitu panjang satu gelombang yang terdiri dari satu bukit dan satu lembah gelombang. Jarak yang diperlukan suatu gelombang untuk menempuh satu periode


Gelombang

Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat ruang hampa udara, gelombang juga terdapat pada medium(yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya pegas) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal.
Suatu medium disebut:
  1. linear jika gelombang yang berbeda di semua titik tertentu di medium bisa dijumlahkan,
  2. terbatas jika terbatas, selain itu disebut tak terbatas
  3. seragam jika ciri fisiknya tidak berubah pada titik yang berbeda
  4. isotropik jika ciri fisiknya "sama" pada arah yang berbeda



Tuesday, December 8, 2015

PENGERTIAN GETARAN DAN GELOMBANG

A. PENGERTIAN GETARAN DAN GELOMBANG
Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Gelombangadalah suatu getaran yang merambat, selama perambatannya gelombang membawa energi. Pada gelombang, materi yang merambat memerlukan medium, tetapi medium tidak ikut berpindah.
B. JENIS-JENIS GELOMBANG
Walaupun terdapat banyak contoh gelombang dalam kehidupan kita, secara umum hanya terdapat dua jenis gelombang saja, yakni gelombang mekanik dangelombang elektromagnetik. Pembagian jenis gelombang ini didasarkan pada medium perambatan gelombang.
Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik merupakan gelombang yang membutuhkan medium untuk berpindah tempat. Gelombang laut, gelombang tali atau gelombang bunyi termasuk dalam gelombang mekanik. Kita dapat menyaksikan gulungan gelombang laut karena gelombang menggunakan laut sebagai perantara. Kita bisa mendengarkan musik karena gelombang bunyi merambat melalui udara hingga sampai ke telinga kita. Tanpa udara kita tidak akan mendengarkan bunyi. Dalam hal ini udara berperan sebagai medium perambatan bagi gelombang bunyi.
Gelombang mekanik terdiri dari dua jenis, yakni gelombang transversal (transverse wave) dan gelombang longitudinal (longitudinal wave).
  • Gelombang Transversal
Suatu gelombang dapat dikelompokkan menjadi gelombang trasnversal jika partikel-partikel mediumnya bergetar ke atas dan ke bawah dalam arah tegak lurus terhadap gerak gelombang. Contoh gelombang transversal adalah gelombang tali. Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. Bentuk gelombang transversal tampak seperti gambar di bawah.

Berdasarkan gambar di atas, tampak bahwa gelombang merambat ke kanan pada bidang horisontal, sedangkan arah getaran naik-turun pada bidang vertikal. Garis putus-putus yang digambarkan di tengah sepanjang arah rambat gelombang menyatakan posisi setimbang medium (misalnya tali atau air).

Titik tertinggi gelombang disebut puncak sedangkan titik terendah disebut lembah.Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak atau kedalaman maksimum lembah, diukur dari posisi setimbang. Jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang gelombang (disebut lambda – huruf yunani). Panjang gelombang juga bisa juga dianggap sebagai jarak dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah.

  • Gelombang Longitudinal
Selain gelombang transversal, terdapat juga gelombang longitudinal. Jika pada gelombang transversal arah getaran medium tegak lurus arah rambatan, maka pada gelombang longitudinal, arah getaran medium sejajar dengan arah rambat gelombang. Jika dirimu bingung dengan penjelasan ini, bayangkanlah getaran sebuah pegas. Perhatikan gambar di bawah…

Pada gambar di atas tampak bahwa arah getaran sejajar dengan arah rambatan gelombang. Serangkaian rapatan dan regangan merambat sepanjang pegas.Rapatan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling mendekat, sedangkanregangan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling menjahui. Jika gelombang tranversal memiliki pola berupa puncak dan lembah, maka gelombang longitudinal terdiri dari pola rapatan dan regangan. Panjang gelombang adalah jarak antara rapatan yang berurutan atau regangan yang berurutan. Yang dimaksudkan di sini adalah jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada rapatan atau regangan(lihat contoh pada gambar di atas).


Amplitudo

Amplitudo adalah pengukuran skalar yang nonnegatif dari besar osilasi suatu gelombangAmplitudo juga dapat didefinisikan sebagai jarak/simpangan terjauh dari titik kesetimbangan dalam gelombang sinusoide yang kita pelajari pada mata pelajaran fisika danmatematika - geometrika. Amplitudo dalam sistem internasional biasa disimbolkan dengan (A) dan memiliki satuan meter (m).



Frekuensi

Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam satuan waktu yang diberikan.
Untuk menghitung frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Pada Sistem Satuan Internasional, hasil perhitungan ini dinyatakan dalam satuan hertz (Hz) yaitu nama pakar fisika Jerman Heinrich Rudolf Hertz yang menemukan fenomena ini pertama kali. Frekuensi sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu kali per detik.
Secara alternatif, seseorang bisa mengukur waktu antara dua buah kejadian / peristiwa (dan menyebutnya sebagaiperiode), lalu memperhitungkan frekuensi (F ) sebagai hasil kebalikan dari periode (T ), seperti nampak dari rumus di bawah ini :

dengan f adalah frekuensi (hertz) dan T periode (sekon atau detik).
Selain itu frekuensi juga berhubungan dengan jumlah getaran dengan rumusan:-

dengan (n) adalah jumlah getaran dan( t )adalah waktu.



Tuesday, December 1, 2015

Teknik Penyambungan Listrik (Switching)

Switching adalah sistem elektronik yang dapat yang dapat dipakai untuk menghubungkan jalur komunikasi.
Switching network merupakan jaringan yang mengalokasikansebuah kanal yang di dedikasi diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna berkomunikasi. Sirkuit yang didedikasikan tidak dapat digunakan oleh penelpon lain sampai sirkuit ini dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang didedikasikan, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal idle.
Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchanges yang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasikontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.
Tiga fase yang terdapat dalam circuit switching, yaitu:

·         Pembentukan hubungan
·         Transfer data
·         Pembubaran (terminasi) hubungan

Jaringan circuit switching digunakan untuk hubungan yang bersifat :
·         Real time-spech (contoh : telepon)
·         Real time-data very high bit transmitted

Contoh penggunaan teknologi switching network:
· Jaringan Telepon
· ISDN (Integrated Services Digital Networks)


Fungsi dasar switching adalah :

·         Penyambungan (interconnection).
·         Pengendalian ( control ).
·         Deteksi adanya permintaan sambungan.
·         Menerima informasi.
·         Mengirim informasi
·         Mengadakan test sibuk.
·         Mengawasi pembicaraan

Komunikasi voice ataupun data tidak terlepas dari teknik switching. Berikut adalah uraian beberapa teknik switching yang diterapkan. Secara umum arti switching dalam teknik jaringan komunikasi adalah melakukan proses hubungan antara dua pelanggan telepon sehingga keduanya dapat berbicara satu sama lain.

Jaringan telepon terdiri dari banyak titik penyambungan sehingga tiap telepon dalam jaringan dapat saling dihubungkan melalui junction atau trunk.

Hubungan antara operator disebut Junction. Penyambungan merupakan masalah kompleks dalam pendefinisian fungsi, features, kemajuan teknologi dan operasinya.

Ada 8 fungsi dasar penyambungan :

·                     Interkoneksi
·                     Informasi penerimaan
·                     Pengendalian
·                     Informasi pengiriman
·                     Kesiagaan (alerting)
·                     Test kesibukan
·                     Penjagaan kondisi pelanggan  (attending)
·                     Pengawasan (supervisi)

Syarat Teknik Penyambungan:

Tiap pemakai mampu berkomunikasi dengan pemakai lain.
Waktu penyambungan harus jauh lebih kecil dibanding waktu hubungan.
GOS Maximum  pada jam sibuk 5 % . Untuk perencanaan sebaiknya diambil angka 1%  (tergantung investasi yang dapat diberikan dan tuntutan pelanggan serta tarip)
Privacy pelanggan harus dapat dijamin kecuali dalam beberapa kasus, misalkan politik.
Informasi utama yang disalurkan adalah suara.

Ketersediaan pelayanan harus setiap saat 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun.
Teknik Switching dibagi menjadi 2, yaitu :

·         Circuit Switching
·         Packet Switching
·         Sistem Switching

1. Selektor

Selektor merupakan alat pemilih yang menghubungkan satu masukkan (inlet) dengan beberapa pilihan keluaran (outlet). Selektor elektromekanik digerakkan secara elektromagnetik maupun dengan mempergunakan elektromotor. Selektor banyak digunakan pada awal teknologi switching.

Selektor dalam keadaan awal berada pada home position, saat menerima impuls dari telepon, wiper selektor akan berpindah. Perpindahannya ditentukan oleh besarnya impuls tadi. Setiap output selector dihubungkan dengan telepon lain.

Selektor yang hanya memiliki outlet satu arah disebut Uniselector, sedangkan yang memiliki outlet pada sisi horizontal dan vertikal disebut Two-Motion Selector. Selektor yang digunakan untuk switching adalah Two-motion selector. Selektor ini memiliki 10 baris outlet dan 10 kolom outlet, sehingga 1 inlet dapat dihubungkan dengan 100 outlet. Digit pertama akan menggerakkan wiper ke arah vertikal, sedangkan digit kedua ke arah horizontal.

2. Crossbar Switch

Crossbar switch atau switch yang terdiri dari garis/batang yang bersilangan adalah sistem switch yang menghubungkan beberapa titik input output yang berbentuk matriks. Crossbar switch menggunakan rele elektromagnet dan terdiri dari 10 horizontal bar yang digerakkan oleh 5 pasang rele elektromagnet dan 20 vertikal bar yang digerakkan 20 rele elektromagnet, sehingga memiliki 200 titik persilangan.

3. Rele

Selain selektor dan crossbar switch, rele banyak digunakan sebagai komponen penbentuk sentral telepon. Berdasarkan dasar fisika yang membentuk rele, rele terdiri atas rele elektrostatis, rele elektromagnetis, rele thermo, SCR (Silicon Controlled Rectifier), Rele cahaya dan transistor. Selektor dan crossbar pada dasarnya juga adalah rele, namun memiliki banyak outlet.

Rele clektromagnetis adalah rele yang paling banyak digunakan sebelum ditemukan sentral digital, contohnya adalah rele Reed dan rele Ferred. Rele ini menggunakan magnetik reed yang memiliki kelebihan, antara lain frekuensi kontak yang besar, ukurannya kecil, waktu kontaknya cepat serta dapat digerakkan hanya dengan pulsa satu mdetik.

Pada perkembangan selanjutnya rele elektronik banyak dipakai pada generasi switching modern. Juga penggunaan rele elektronik dalam bentuk IC.



Jaringan circuit switching digunakan untuk menghubungkan pasangan terminal dengan cara menyediakan sirkuit atau kanal yang tersendiri dan terus menerus selama hubungan berlangsung :

Sirkuit yang ‘holded’ tidak dapat dipakai oleh yang lain
Jumlah sirkuit / kanal lebih kecil dibandingkan kapasitas
Jaringan circuit switching, kinerjanya tergantiung pada loss bukan pada delay (tetapi pada digital switching juga menimbulkan delay).

Tiga fase yang terdapat dalam circuit switching, yaitu;

Pembentukan hubungan
Transfer data
Pembubaran (terminasi) hubungan
Jaringan circuit switching digunakan untuk hubungan yang bersifat :

Real time-spech (contoh : telepon)
Real time-data very high bit transmitted
Contoh :

Jaringan Telepon
ISDN (Integrated Services Digital Networks)
Dalam sistem ini pengirim yaitu rangkaian masukan disambungkan ke penerima atau rangkaian keluaran selama pengalihan informasi. Untuk tiap hubungan diperlukan satu rangkaian. Bilamana pihak yang dituju sibuk ataupun tidak berada dalam keadaan siap menerima informasi hubungan tidak dapat dilaksanakan atau gagal. Informasi yang hendak dikirmkan dapat hilang. Jaringan telepon menggunakan cara ini.

Untuk transmisi data, komunikasi biasanya dilakukan dengan cara melalui transmisi data dari sumber ke tujuan melalui simpul-simpul jaringan switching perantara. Simpul switching bertujuan menyediakan fasilitas switching yang akan memindah data dari simpul ke simpul sampai mencapai tujuan.

Ujung perangkat yang ingin melakukan komunikasi disebut station. Station bisa berupa komputer, terminal, telepon, atau perangkat komunikasi lainnya. Sedangkan perangkat yang tujuannya menyediakan komunikasi disebut simpul. Simpul-simpul saling dihubungkan melalui jalur transmisi. Masing-masing station terhubung ke sebuah simpul, dan kumpulan simpul-simpul itulah yang disebut sebagai jaringan komunikasi.

Simpul yang hanya terhubung dengan simpul lain, tugasnya hanya untuk switching data secara internal (ke jaringan). Sedangkan yang terhubung ke satu station atau lebih, fungsinya selain menerima data juga sekaligus mengirimkannya ke station yang terhubung.

Jalur simpul-simpul biasanya dimultiplexingkan, baik dengan menggunakan Frequency Division Multiplexing (FDM) maupun Time Division Multiplexing (TDM).

Tidak ada saluran langsung diantara sepasang simpul. Sehingga diharapkan selalu memiliki lebih dari 1 jalur disepanjang jaringan untuk tiap pasangan station untuk mempertahankan reliabilitas jaringan.



Saturday, November 28, 2015

Multiplexing dan Demultiplexing


Multiplexing adalah suatu cara menggabungkan beberapa sinyal atau informasi untuk dikirimkan secara bersamaan dan menjadi satu saluransaja. Dimana perangkat yang melakukan multiplexing adalah multiplexer atau sering disebut dengan Transceiver/ Mux. Dan untuk disisi penerima, gabungan sinyal- sinyal itu akan kembali dipisahkan sesuai dengan tujuan masing –masing. Proses ini disebut dengan Demultiplexing.
Multiplexing merupakan proses dimana protokol pada sebuah layer daapat melakukan proses encapsulation terhadap paket data dari beberapa buah protokol di layer atas secara bersamaan ( dalam satu waktu ).
Demultiplexing merupakan proses dimana protokol melakukan proses pembukaan bungkusan (Decapsulation) mengantarkan paket ke beberapa buah protokol di layer atas.
Multi lexing maupun Demulti plexing dilakukan di sisi komputer asal / komputer pengirim ( Source ) dan komputer tujuan / komputer penerima ( Destination ). Proses Encapsulation ( pembungkusan ) dan Decapsulation ( Pembukaan Bungkusan ) juga terdapat di setiap layer di jaringan komputer ( baik OSI layer maupun TCP/IP layer ).

Frequency Division Multiplexing
            Adalah bentuk Multiplexing yang paling umum dan banyak dipakai. Sistem ini menumpuk sinyal pada bidang frekuensi. Data yang dikirimkan akan dicampur berdasarkan frekuensinyadan karena itu disebut Frequency Division Multiplexing . FDM sebenarnya banyak dipergunakan pada pengiriman sinyal analog. Data pada setiap kanal dimodulasi dengan FSK untuk Voice Grade Channel.
Seperti yang kita ketahui sistem komputer data selalu berbentuk digital yang hanya mengenal 1 dan 0 saja. Pengiriman data dilakukan sebagai sinyal analog . Pembadaan 0 dan 1 didasarkan atas frekuensinya.
Misalkan diketahui kanal komunikasi suara berupa kabel voice grade mempunyai lebar frekuensi 300-3000Hz. Untuk komunikasi data , kanal ini dengan teknik Multiplexing FDM dapat dipakai untuk lebih dari 1 terminal . Untuk keperluan digunakan 4 buah sumber misalkan 600,1200,1800,2400Hz. Ini berarti data 4 buah sumber dapat dikirim ke tujuan secara bersamaan hanya dengan menggunakan sebuah saluran Voice-Grade. Bilangan biner ‘’1’’ di wakili oleh sinyal 800.1400,2000,2600 Hz. Sedangkan biner ‘’0’’ oleh sinyal 400, 1000,1600 dan 2200Hz. Untuk mencegah interferensi tiap-tiap band dipisahkan oleh jalur selebar 200Hz.
Jadi penerima akan memisahkan sinyal yang diterimanya berdasarkan frekuensinya. Lalu disalurkan ke tempat yang akan dikehendaki. FDM ini juga tidak hanya dipergunakan untuk pengiriman secara satu titik saja akan tetapi bisa untuk cara Multidrop.
FDM dikatakan ‘’Code Transparent’’ artinya sistem sandi yang dipakai oleh data yang tidak memberi pengaruh. FDM dapat beroprasi Full Duplex dengan 2 atau 4 kawat. Kalau 2 yang di gunakan maka akan menjadi setengahnya karena untuk pengiriman dan penerimaan masing-masing menggunakan satu kanal.

Time Division Multiplexing
Dengan TDm pengiriman data dilakukan dengan mencampur data berdasarkan waktu signal data tersebut dikirim. TDM digunakan untuk transmisi sinyal digital. Bit data dan terminal secara bergantian diselipkan diantara bit data dari terminal lain. Pemancar dan Penerima harus singkron supaya masing-masing penerima menerima data yang ditujukan kepadanya.
Misalkan 4 buah terminal akan mengirmkan data ke penrima dengan kecepatan 300bps dengan teknik TDM 1  saluran komunikasi dapat  menyalurkan data dari ke empat terminal dengan sekaligus kecepatan 1200Bps. Sehingga membutukan saluran yang berkualitas tinggi dengan kecepatan untuk mengirimkannya antara multiplexer pengirim dasn multiplexer penerima.
Terdapat 4 metode untuk cooding amplitudo ini :
1.      PAM (Pulse AM)
2.      PPM ( Pulse Postion Modulation)
3.      PCM (Pulse Code Modulation)
4.      PDM ( Pulse Duration Modulation )